Pengelolaan Sampah Organik

Sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai oleh bakteri, sehingga sampah jenis ini sangat baik apabila dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman (pupuk kumpos). Metode dalam pengelolaan sampah tersebut menjadi pupuk kompos, yaitu proses aerob (dengan udara) dan anaerob (kedap udara).

Pupuk kompos berfungsi sebagai sumber hara yang sangat baik bagi kesuburan tanaman. Dalam artikel ini akan dijelaskan pemberdayaan sampah organik menjadi pupuk kompos melalui metode aerob. Silahkan menyimak!

Cara membuat pupuk kompos dengan metode aerob:

1. Persiapkan area seluas 10 m2 sebagai tempat pengomposan. Lebih bagus jika tempat pengomposan tersebut diberi peneduh untuk menghindari hujan.
2. Buatlah bak dari papan kayu dengan lebar 1 m dan panjang 1,5 m.
3. Sediakan sampah organik yang berasal dari sisa tumbuhan, bisa juga dicampur dengan kotoran ternak. Potong sampah organik tersebut hingga menjadi kecil-kecil.
4. Masukan bahan organik tersebut ke dalam bak kayu, padatkan.
5. Siramlah bahan baku kompos dalam kotak kayu agar lembab.
6. Setelah 24 jam, tunggu naik hingga 65oC, biarkan keadaan yang panas ini selama 2-4 hari.
7. Pada hari ke-5, turunkan suhu dengan membolak-balik kompos.
8. Jika suhu stabil kurang dari 45oC, hentikan proses pembalikan.
9. Proses pengomposan selama 40-50 hari. Pupuk kompos yang telah jadi berwarna hitam kecoklatan, bertekstur gembur, dan tidak berbau.

Proses pengelolaan sampah organik dengan metode aerob ini cocok/ sesuai untuk memproduksi kompos dalam jumlah besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s